JATMAN PURWAKARTA PERINGATI HARI SANTRI

Purwakarta, bidik86.com

Bertempat di Masjid Agung Purwakarta beberapa waktu yang lalu, Jam’iyah Ahli Thoriqoh Al Mutabaroh An Nahdiyah (JATMAN), gelar peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Purwakarta. Peringatan tersebut diisi dengan acara do’a dan dzikir bersama yang dihadiri ratusan Jama’ah Thoriqoh serta undangan lainnya.

JATMAN merupakan badan otonom dari bagian organisasi besar Nahdlotul ‘Ulama (NU), memiliki peran sebagai wadah dari Thoriqoh yang ada dan berkembang di Indonesia serta mempunyai silsilah yang terhubung sampai kepada Rosululloh SAW. Salah satunya adalah Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah (TQN) yang kini berkembang di Purwakarta melalui Majelis Dzikir CERMIN HATI.

Ro’is Perwakilan Cabang (PC) NU, Purwakarta, DR. KH. Abun Bunyamin, MA, menyambut baik acara yang digagas oleh JATMAN tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Santri merupakan momentum untuk memperingati resolusi jihad para ‘Ulama pada waktu itu dalam menghadapi kaum penjajah. Dimana pada waktu itu ‘Ulama bersama para Santrinya dengan semangat juang yang tinggi rela berkorban untuk nusa dan bangsa.

“Untuk itu kita sebagai penerusnya sudah sepantasnya memulyakan para ‘Ulama, organisasi NU yang didalamnya juga termasuk organisasi JATMAN, sepakat untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta ke-bhinekaan,” paparnya.

Dalam acara tersebut juga diisi dengan Tabligh Akbar yang dibawakan oleh Mursyid TQN dari Majelis dzikir CERMIN HATI, Cimaung, Purwakarta. Isi tausiyahnya, KH. Maulana Arifubillah menguraikan tentang pentingnya menata hati, karena dari hati itulah awalnya segala apapun yang dilakukan kita, baik perbuatan positif ataupun perbuatan negatif. Maka, untuk menumbuhkan perbuatan yang positif tentunya hati kita harus terus melatih diri dengan cara berdzikir kepada Alloh SWT. Dengan diisi oleh dzikrulloh, hati kita tidak mendapat kesempatan untuk diisi hal-hal yang negatif. Tentunya dzikir yang menggunakan cara yang telah dicontohkan oleh para ‘Ulama terdahulu, supaya menjadi dzikir yang benar-benar terasa.

Hadir pula pada kesempatan tersebut perwakilan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Purwakarta, Ketua Majelis ‘Ulama Indonesia (MUI) Purwakarta, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Purwakarta, beserta para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Purwakarta, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. (Red)

No Responses

Leave a Reply