PEREDARAN NARKOBA JENIS SABU DI PURWAKARTA MASIH TINGGI, INI KATA KAPOLRES

Purwakarta, bidik86.com

Penanganan ungkap kasus Narkoba di wilayah Kabupaten Purwakarta, jumlah kasus selama 2017, Polisi Resor (Polres) Purwakarta, menangani 77 (tujuh puluh tujuh) perkara jenis-jenis Narkoba dan yang paling tinggi Sabu, diikuti oleh Ganja, yang paling sedikit peredarannya masih ada namun sedikit adalah obat-obatan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Polisi Resor (Kapolres) Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Twedi A.B, saat memberikan pemaparan di kegiatan Pengembangan Kapasitas dan Sinergitas 3 (tiga) Pilar, dalam Program P4GN, Kamis (13/12/18) di Aula Yudistira Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta.

Sementara itu di tahun 2018 lanjut Kapolres, bukannya makin menurun malah di wilayah kita ini sudah masuk akhir tahun 2018 kami sudah menangani penyalahgunaan Narkoba sebanyak 104 (seratus empat) kasus.

“Justru makin banyak Sabu juga yang makin tertinggi peredarannya kemudian Ganja dan obatnya,”ujarnya.

Sedangakan, di tahun 2018 dengan berbagai kegiatan sinergitas Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Polisi Republik Indonesia (Polri) dan dari Pemerintah Daerah (Pemda) menurunkan Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) ikut bersama-sama melaksanakan razia, sampai bulan Desember ini kami sudah menyita sebanyak 600 (enam ratus) liter.

Rencananya pada saat operasi gelar pasukan operasi lilin menutup akhir tahun, kami juga akan melakukan pemusnahan barang bukti barang, dengan berkoordinasi dengan Kejaksaan supaya kita bisa melaksanakan dan membuktikan kepada masyarakat.

“Pemerintah, TNI dan Polri memang memiliki komitmen terus bersinergi untuk menghilangkan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba maupun minuman keras (miras) dan minuman minuman oplosan,”katanya.

Atas kondisi tersebut, Kapolres menegaskan perlu kerja sama lintas sektoral guna memerangi peredaran Narkoba ini. Terutama, peran dari masyarakat. Jika ada hal yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal, maka segera laporkan ke pihak berwajib.

“Kami juga berharap, masyarakat pro aktif. Karena, jika tidak ada dukungan dari masyarakat, pemberantasan Narkoba ini sangat sulit,” pungkasnya. (Hendi S)

No Responses

Leave a Reply