AGEN BPNT DI RANCABANGO DIDUGA TIDAK PENUHI SYARAT

Subang, bidik86.com

 

Penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, diduga menyalahi aturan. Pasalnya, banyak agen BPNT yang tidak memenuhi standar, bahkan hanya sebagai counter pulsa.

 

Sementara dalam aturannya, yang menyalurkan BPNT harus e-Warong, dimana toko tersebut bukan hanya sebagai penyalur BPNT, melainkan harus menjual bahan pangan lainnya.

 

Informasi yang dihimpun, ada beberapa agen BPNT di Ds. Rancabango, dan ada beberapa yang diduga bukan toko sembilan bahan pokok (sembako), seperti toko yang ada di jalur utama Mayasuta dan jalur Wangun.

 

“Harus dilakukan verifikasi oleh pihak Bank, agar lebih tertib. Kalau tidak memenuhi standar, maka coret saja,” kata tokoh masyarakat Rancabango, yang namanya minta dirahasiakan, Jum’at (31/05/19).

 

Ia menyampaikan, toko-toko penyalur BPNT juga seharusnya memiliki Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Pemerintah Desa (Pemdes). Dengan demikian, Pemdes tetap bisa ikut melakukan pengawasan terhadap proses penyaluran program Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut.

 

“Jika ada persoalan, Pemdes pasti ikut direpotkan. Maka, Pemdes juga harus bisa memantau proses penyaluran BPNT,” tegasnya.

 

Dengan demikian, saat ada persoalan, maka Pemdes pun sewaktu-waktu bisa mencabut SKU dan bisa mengusulkan kepada pihak terkait untuk memberhentikan atau membekukan toko yang dinilai melakukan kecurangan.

 

“Kalau Keluarga Penerima Manfa’at (KPM) BPNT Program Keluarga Harapan (PKH) ada pendamping, kalau KPM BPNT non PKH, maka Pemdes yang melakukan pengawalan,” bebernya. (Udin S)

No Responses

Leave a Reply