BELASAN TAHUN DILEMA LIMBAH BENDUNG BARUGBUG, KETUA LKPJ: 5000 KK AKAN ANTIPATI SAAT PILKADA

Karawang, bidik86.com

 

Belasan tahun lamanya limbah diduga berasal dari Perusahaan yang berada di wilayah Kab. Purwakarta dan Subang, telah mengaliri sungai kali Cilamaya dan Ciherang. Hal ini tentu saja membuat warga masyarakat Kacamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, khususnya Desa Barugbug dan Situdam, sangat prihatin dikarenakan air yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kini berubah hitam pekat disertai bau yang sangat menyengat.

 

Adanya limbah tersebut diduga dilakukan oleh Oknum-oknum Pengusaha di Kab. Purwakarta dan Subang, hingga mengakibatkan air menjadi berubah pekat disertai bau yang beraroma tidak sedap.

 

Kini limbah tersebut menjadi bahan perbincangan mulai dari kalangan bawah hingga eksekutif. Bahkan beberapa Pejabat terkesan saling sindir hingga saling tuduh, ada apa ya…?

 

Ketua Lembaga Komunikasi Pemuda Jatisari (LKPJ) Anto Abeng, kepada bidik86.com, Senin, 29 Juli 2019 mengatakan bahwa dirinya merasa senang jika para Pejabat Kabupaten action langsung terkait limbah Bendung Barugbug yang tercemari ganasnya limbah, serta mengairi kali Cilamaya dan Ciherang dalam bentuk air yang membuat kurang lebih 5000 (lima ribu) Kepala Keluarga (KK) tersebut terancam kehidupannya.

 

“Ini bukan persoalan politik atau gagah-gagahan, apalagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), akan tetapi ini persoalan keberanian seorang Pemimpin dalam melakukan pembelaan terhadap masyarakatnya. Jika hanya sebatas begitu-begitu saja, saya yakin saat Pilkada nanti tidak kurang dari 5000 KK tersebut akan bersikap antipati. Maka, terkait permasalahan limbah Bendung Barugbug para pihak berkompeten harus bersikap pro aktif,” tegas Anto. (Red)

No Responses

Leave a Reply