DIBUI KARENA KONSUMSI REBUSAN GANJA SEBAGAI OBAT, INI PENDAPAT dr. IRSALINA

Banda Aceh, bidik 86.com

 

dr. Irsalina Husna Azwir, SH, adalah Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2019-2024. Menanggapi pemberitaan terkait pria renta Jamin Abdullah (64) yang beralamat di Desa Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

 

Jamin Abdullah, saat ini menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kab. Bireuen. Pria lanjut usia (lansia) tersebut sedang menderita sakit dan selama ini mengkonsumsi air rebusan daun Ganja sebagai obat. Akibatnya, dirinya mendekam dalam tahanan dan sedang menjalani proses hukum.

 

“Air rebusan dari daun Ganja sebenarnya untuk mengurangi rasa sakit dan menyambung kehidupannya bukan karena kandungan Ganja tersebut tetapi karena izin Allah SWT,” tutur dr. Irsalina.

 

”Berdasarkan penelitian mengenai penggunaan cannabis untuk mengurangi rasa nyeri, 1 (satu) Studi Universitas Oxford – Inggris, penggunaan Tetrahydrocannabinol (THC) 15 mg dalam bentuk tablet didapatkan hasil hanya dapat menahan rasa sakit dan bukan mengurangi. Yakni, kandungan psikoaktif dapat mengurangi aktivitas di satu bagian otak yang berkaitan dengan aspek emosional rasa sakit,” lanjutnya.

 

Banyak sekali pilihan analgetik lain yang dapat digunakan secara legal dalam medis. Selama ini ia hanya tersugesti dengan air rebusan, jadi yang menyembuhkan bukan karena ia mengkonsumsi air rebusan Ganja tetapi karena ia tersugesti akannya.

 

”Regulasi di Indonesia saat ini belum ada yang mengizinkan “cannabis” untuk digunakan, karena dikhawatirkan kecanduan masyarakat terhadap cannabis sebagai psikotropika akan berkelanjutan, rasa ketagihan yang terus menerus akan membuat penggunanya melakukan apapun untuk mendapatkannya. Atas dasar ini lah, hadir pertimbangan Pemerintah agar hal ini tidak menjadi beban masyarakat yang berkepanjangan,” ungkap Calon Senator DPD RI Aceh, satu-satunya kandidat perempuan tersebut.

 

Bukan tujuan pemerintah menghukum untuk menyakiti masyarakatnya, tetapi menertibkan.

 

Terkait Hukum, seorang anggota DPD tidak bisa ia mengusulkan itu, karena itu bukan Undang-Undang (UU) yang legislatif, yang berhubungan dengan daerah. Tidak bisa kebiasaan salah seorang masyarakat diajukan sebagai dasar mengajukan UU,” imbuhnya.

 

“Karena saya sebagai seorang medis, saya akan mengkaji. Apakah memungkinkan, kalau sekiranya memungkinkan pasti akan diusulkan. Akan tetapi hingga pada tahap ini, ini masih menjadi pertimbangan dikalangan medis. Pertimbangan akan positif dan negatifnya, serta masih banyaknya pilihan psikotropika lainnya,” jelas dr. Irsalina, calon anggota DPD RI, No. Urut 32 tersebut kepada awak media (19/Jan/19).

 

“Saya sependapat dalam hal membantu Pak Jamin Abdullah. Ada upaya hukum yang dapat dilakukan, banding atau kasasi.

Karena dalam hal ini, ia sudah ditahan. Oleh karenanya kita atau pihak keluarga dapat meminta untuk adanya pengalihan status dari tahanan Rutan menjadi tahanan Kota atau tahanan rumah sambil menunggu proses dari banding atau kasasi ” jelasnya.

 

“Beliau yang sudah berumur, tentu perlu sekali adanya pendampingan keluarga dan penanganan medis lanjutan untuk penyakit yang dideritanya,“ tutup sang dr. muda tersebut. (Red)

No Responses

Leave a Reply