DIDUGA BERAS TAK LAYAK KONSUMSI BEREDAR DISEKITARAN JATISARI, ADAKAH OKNUM DIBALIK SEMUANYA ? (PART I)

Karawang, bidik86.com

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita ,meminta kualitas pangan di e-Warung dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ditingkatkan, khususnya beras. Hal tersebut diminta Agus demi meminimalisasi keluhan keluarga penerima manfa’at BPNT.

“BPNT sebagai konversi Beras untuk Keluarga Sejahtera (Rastra) bagi penerima manfa’at harus dijaga kualitasnya. Keluarga penerima manfa’at harus dapat menikmati beras yang berkualitas,” ujar Agus.

“Pastikan mereka punya pilihan jenis dan kualitas beras melalui e-Warung dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),” ucapnya.

Program e-Warung adalah tempat di mana keluarga penerima manfa’at BPNT bisa membeli bahan pangan, semisal beras, telur dan minyak goreng. Jumlah dana yang dapat dicairkan keluarga penerima manfa’at BPNT sebesar Rp110.000/bulan.

Namun kenyataan dilapangan sangatlah jauh berbeda dengan apa yang diharapkan Pemerintah. Beras yang merupakan prioritas utama, bahkan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos) betul-betul menghimbau agar beras yang diterima oleh penerima manfa’at memiliki kualitas yang layak untuk dikonsumsi, sepertinya tidak dihiraukan oleh oknum-oknum tertentu.

Hasil penelusuran awak media bidik86.com, di wilayah Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, tepatnya di 2 (dua) Desa, yaitu Ds. Barugbug dan Ds. Jatiragas, memang benar adanya jika BPNT berupa beras ternyata tidak layak konsumsi. Beberapa fakta kini telah berhasil dikantongi awak media. Rencananya, awak media akan terus melakukan investigasi dan akan berkordinasi dengan pihak yang berwenang terkait hal ini.
Tunggu kelanjutannya (Hendi S/Ncek B)

No Responses

Leave a Reply