DIDUGA MILIKI SABU, SEORANG PEMUDA ASAL CILEGON DIRINGKUS KEPOLISIAN

Cilegon, bidik86.com

 

Satuan Reserse (Satres) Narkoba Kepolisian Resort (Polres) Cilegon, kembali ringkus seorang pria yang kedapatan miliki Narkotika jenis Sabu, Rabu (06/02/19).

 

Penangkapan tersebut dilakukan personil Kepolisian disamping Stadion Krakatau Steel, Kota Cilegon.

 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polisi Daerah (Polda) Banten, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edy Sumardi membenarkan, jija Satres Narkoba Polres Cilegon, telah menangkap pria berinisial AD (31) warga Kota Cilegon.

 

“AD ditangkap Satres Narkoba Polres Cilegon, karena diduga melakukan penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu-sabu,” ujarnya.

 

AKBP. Edy Sumardi mengatakan, pada saat penangkapan, dari tangan pelaku, Satres Narkoba Polres Cilegon, menemukan barang bukti (bb) berupa 1 (satu) paket plastik bening berisi kristal putih, diduga Narkotika jenis Sabu-sabu dengan berat kotor 0,23 Gram.

 

“Saat ditangkap, AD didapati memiliki paket Sabu saat dilakukan penggeledahan. Tersangka dan bb dibawa ke Polres Cilegon, guna penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

 

Edy mengajak seluruh masyarakat agar menjauhi dan perangi Narkoba. Narkoba adalah barang haram yang selain perbuatan yang melanggar hukum, penggunaan Narkoba dapat merusak kesehatan dan mengancam jiwa serta merusak generasi bangsa.

 

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjauhi Narkoba. Bukan hanya melawan hukum, akan tetapi dapat merugikan bagi dirinya sendiri dan dapat menyebabkan kematian jika menggunakan barang haram tersebut,” himbau Edy Sumardi.

 

Edy juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap orang-orang yang tidak bertanggungjawab, jangan mudah tertipu dan jangan mudah percaya jika diiming-imingi untuk menolong atau mengambil keuntungan tentang bisnis Narkoba.

 

“Sangat disayangkan, masih adanya masyarakat yang mengedarkan dan disuruh oleh oknum-oknum yang manfa’atkan sebagai kurir dan media peredaran Narkoba. Biasanya para pengedar Narkoba tergiur bisnis dengan keuntungan yang berlipat,” ujar AKBP. Edy Sumardi.

 

Atas perbuatannya, pelaku dapat dijerat pasal 112 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun. (Red)

No Responses

Leave a Reply