DIDUGA TERKAIT PEMBERITAAN, WARTAWAN DIKEROYOK HINGGA BABAK BELUR BAHKAN KEPALANYA TERLUKA SAYATAN PISAU CUTER

Siantar, bidik86.com

Seorang Wartawan media online sindonewstoday, Try aditia (24) nyaris kehilangan nyawa akibat dikeroyok belasan pria. Insiden tersebut tepatnya terjadi di Jalan Kartini, depan Cafe Hugos dan Apotik Megumi. Try, yang baru tiba hendak menuju Cafe Hugos tiba-tiba diserang belasan pria.
Try, yang ditemui awak media menceritakan kronologis kejadian yang menimpa dirinya.

“Sore itu (12/Jan/19) sekitar pukul. 15.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), aku ditelepon Arif, dia menantu Pengusaha Kayu. Dia ngajak jumpa di Cafe Hugos, Jl. Kartini, Pematang Siantar, bang. Aku sama temenku Ari, bang. Sama kami ke cafe hugos. Saat tiba di depan Cafe Hugos, tiba-tiba belasan pria menyerang aku bang, langsung aku dipukuli orang itu beramai-ramai bang. Aku juga sempat dengar ada dari mereka yang bilang “nggak sor aku sama kau” sambil terus memukuli aku tanpa henti bang. Aku kenal wajah-wajah mereka bang, tapi gak tahu namanya bang. Waktu dipukuli itu ada juga yang pegang pisau cuter bang, mau ditusuknya mukaku, terus berusaha aku berontak dan lari sampai akhirnya aku jatuh. Tak tahu gimana kenanya, tapi kepalaku bagian belakang terkena sayatan cuter itu bang. Lalu karena sudah ramai warga, belasan pria itu lari bang dengan mempergunakan mobil jenis Taft bermotif loreng Ormas.
Aku pun bingung bang, aku gak ada masalah dengan Ormas di Siantar ini. Bahkan kawan-kawanku orang Ormaspun baik kok sama aku. Mungkin ini masalah pribadinya bang, tapi bawa-bawa Ormas,” ungkap Try.

Ari, yang merupakan rekan Try yang melihat langsung kejadian tersebut menuturkan “betul bang, kami begitu tiba di depan Cafe Hugos, belasan pria itu langsung mukuli si Try. Sambil teriak, “nggak sor aku sama kau”. Dan ada juga yang bawa cuter, tapi kepala bagian belakang si Try yang kena sayat. Karena langsung berontak sambil lari si Try. Orang itu lari setelah ramai warga yang datang bang, dengan mengendarai 2 (dua) mobil, salah satu mobilnya bermotif loreng Ormas bang,” ucap Ari.

Try juga menuturkan bahwa diduga kuat, pengeroyokan ini sudah direncanakan.

“Karena sebelumnya aku ditelepon Arif untuk jumpa dengannya di Cafe Hugos bang, terkait pemberitaan pembalakan liar yang akibatkan longsor jalan Siantar-Parapat, tepatnya di jembatan sidua-dua.
Tapi memang sudah ditunggu dan direncanakan ini bang. Lebih parah lagi, ada yang bawa pisau cuter bang. Kalau tidak cepat aku berontak dan lari, bisa-bisa aku terbunuh bang. Trauma aku jadinya bang, untung Gak mati aku bang. Ngeri kali cara orang itu (pelaku) main keroyok pakai bawa pisau, Apa gak membahayakan nyawaku itu bang,” Tutur Try.

Try Aditia bersama dengan rekan rekan Pers telah membuat laporan. Pihak Polresta Pematang Siantar, juga telah mengambil keterangan dari korban Try Aditia, yang terbaring lemas di Rumah Sakit (RS) Rasyida, Jl. Seram Siantar.

Kasus ini sekarang masih dalam penanganan intens dari pihak Polresta Pematang Siantar dan menurut Kepala Kepolisian Resor Kota (kapolresta) Pematang Siantar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Heribertus Ompusunggu, kasus ini merupakan atensi yang segera di proses sesuai hukum. (Red)

No Responses

Leave a Reply