DUGAAN PUNGLI DI SMAN 1 PERHENTIAN RAJA, KACAB DISDIK KAMPAR ANGKAT BICARA

Kampar, bidik86.com

 

Berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintahan Pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menghapus dilema Pungutan Liar (Pungli). Penghapusan Pungli yang diduga banyak dilakukan oleh Oknum Lembaga Pendidikan, mulai dari jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak membuahkan hasil bagi masyarakat, Pungli masih tetap terjadi dimana-mana, salah satunya di Provinsi Riau.

 

Seperti halnya yang terjadi pada SMA Negeri 1 Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, berdasarkan informasi yang diperoleh awak media dari berbagai sumber.

 

“Kami selaku orang tua (ortu) siswa di SMAN 1 Perhentian Raja, Desember 2018 lalu, melalui Rapat Komite di Sekolah, telah dimintai dana sebesar Rp503.000/siswa dengan alasan untuk pembelian Unit Komputer, agar anak kami dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),”  tutur salah seorang nara sumber yang enggan disebutkan identitasnya, Selasa (18/06/19).

 

Nara sumber bahkan mengatakan jika dalam Rapat tersebut ortu/wali murid tidak hadir seluruhnya, dan hasil rapat dengan terpaksa disetujui karena khawatir jika putra putrinya akan dikucilkan nantinya.

 

“Setahu saya, yang hadir dalam rapat tersebut, tidak seluruhnya terlihat hadir, hanya sekitar separuh ortu murid dari kelas X sampai kelas XII. Perihal membantah atau menolak, saya sendiri tidak berani, saya memikirkan anak saya yang masih sekolah di Sekolahan tersebut, takut jika anak saya nantinya akan dikucilkan, apalagi hingga dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik). Untuk lebih jelasnya, silahkan saja datang ke Sekolah,” ungkap nara sumber, sembari memberikan bukti kertas SPP dan 2 (dua) kwitansi pembayaran komputer.

 

Saat dikonfirmasi, Mahsus, S.Pd, yang sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMA N 1 Perhentian Raja mengatakan, jika terkait hal tersebut diatas semuanya sudah dikonsultasikan baik dengan Komite bahkan Disdik Kampar.

 

“Setiap keperluan dan kebutuhan Sekolah sudah kita konsultasikan dengan pihak Komite, yakni Suwasgi, dan hal tersebut sudah kita laporkan kepada Bapak Tarmizi, Kacab Disdik Kampar, secara lisan,” jelas Mahsus, saat dikonfirmasi di ruang tamu SMAN 1 Perhentian Raja, Kab. Kampar, yang didampingi Rismayeni, Wakil Kesiswaan, serta Agus Salim, Kepala Tata Usaha (TU), sekaligus Operator Sekolah.

 

Tarmizi, Kacab Disdik, Kampar, via seluler pribadinya menuturkan, bahwa itu semua ada dasarnya.

 

”Oh…gitu Pak ya, dia ada dasarnya. Sehubungan Bosda kita untuk SMA dan SMK tahun ini jauh turun, dari Rp1.200.000 menjadi Rp800.000/anak didik. Kedua, berdasarkan Surat Edaran dari Kementrian, bahwa Kepsek boleh melakukan pungutan dengan catatan atas persetujuan seluruh ortu/wali murid berupa sumbangan, kemudian berdasarkan hasil pertemuan Forkom (Forum Komite) SMA/SMK Prov. Riau dengan pihak KPK dan juga hasil SGB Forum Komite dengan pihak Kejaksaan serta Kepolisian di Pekanbaru,” jelas Tarmizi.

 

Saat disinggung tentang adanya pungutan untuk UNBK, Tarmizi terkesan heran mengetahui adanya hal tersebut.

 

“Waduh, baru ini saya dengar adanya pungutan uang komputer di SMA Negeri 1 Perhentian Raja, Kampar. Saya sudah dua kali kena seperti ini, nama saya dicatut-catutkan oleh Kepsek,” sesal Tarmizi. (Red)

No Responses

Leave a Reply