GAWAT…!!! ADA GUDANG NARKOBA DI SEKOLAH…

Jakarta, bidik86.com

 

Kepolisian Sektor (Polsek) Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar) berhasil menyita 355 gram sabu dan 7910 butir psikotropika golongan IV serta obat-obatan daftar G dari sebuah laboratorium Sekolah. dalam operasi kali ini, sedikitnya 7910 butir Narkoba disita pada 15 Januari 2019.

 

Adalah DL dan CP, kakak beradik yang mendesain tempat tersebut menjadi gudang penyimpanan sekaligus tempat tinggal.

DL dan CP merupakan Karyawan dari Sekolah tersebut, status keduanya Pegawai Honorer, sejak 6 (enam) bulan terakhir tinggal di laboratorium Sekolah, keduanya memanfa’atkan salah satu ruangan yang disulap menjadi tempat tinggal sekaligus gudang penyimpanan Narkoba.

 

Menurut pihak sekolah, DL dan CP  menumpang tanpa izin. Sekolah tidak keberatan mungkin karena orang tua (ortu) mereka seorang Pejabat di Sekolah tersebut,” ucap Retno Listyarti, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, dalam keterangan Pers di Jakarta, Rabu (17/Jan/19).

 

Terkait  temuan gudang penyimpanan Narkoba oleh pihak Kepolisian tersebut, maka KPAI menyampaikan keprihatinan  atas adanya kasus gudang penyimpanan Narkoba di sebuah lembaga pendidikan.

 

“Hal ini akan menjadi  preseden buruk bagi dunia Pendidikan dan berpotensi mengancam anak-anak kita dari bahaya Narkoba,” ungkap Retno.

 

KPAI juga mendorong pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan tidak hanya focus pada kasus fisik gudang penyimpanan Narkobanya saja, tetapi juga menyelidiki apakah kedua terduga pelaku juga melakukan jual beli Narkoba di lingkungan Sekolah yang melibatkan para Siswa.

 

Jika terjadi pengedaran di lingkungan Sekolah yang menargetkan Siswa, maka diperlukan tindak lanjut berupa rehabilitasi bagi para Siswa, jika ada yang menggunakan Narkoba di Sekolah tersebut.

 

Terakhir, KPAI mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, untuk memeriksa pihak Sekolah, agar modus terduga pelaku semacam ini perlu diwaspadai Sekolah agar tidak terulang, baik di Sekolah yang bersangkutan maupun di Institusi Pendidikan lainnya.

 

Dalam menyikapi kejadian ini pihak KPAI meminta pihak Kepolisian, Media Massa/Pers  dan Disdik DKI Jakarta, untuk tidak membuka nama dan identitas Sekolah agar para Siswa, para Guru dan Sekolah sebagai Institusi Pendidikan tidak mengalami stigma negative dari public. (Red)

No Responses

Leave a Reply