HAKIM PN INHU VONIS TERDAKWA PELAKU PENGGELEMBUNGAN SUARA LEGISLATIF

Inhu, bidik86.com

 

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) divonis 4 (empat) bulan penjara, dengan denda Rp8 juta, subsider 1 (satu) bulan, oleh Pengadilan Negeri (PN) kelas II, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu, Selasa (02/07/19).

 

Sidang putusan 6 (enam) terdakwa penggelembungan suara yang melibatkan penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) di Kab. Inhu, dibacakan di PN kelas II, di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Pematang Reba.

 

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rengat, Randa Ronaldo, Anggota PPK, Muhammad Ridwan, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Masnur, warga Kec. Pasir Penyu, Tabroni, Anggota Bawaslu, Sovia Warman, dan Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Penilihan (Dapil) 1 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Doni Rinaldi, adalah ke enam terdakwa tersebut.

 

Sidang dimulai pukul 16.00 WIB dengan dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Riau, Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi, Hasan, Ketua dan Anggota Bawaslu, serta Staf Sekretariat Bawaslu, Kabupaten Inhu.

 

Sovia dinyatakan bersalah oleh Ketua Majelis Hakim (MH), Darma Indo Damanik, SH, M.Kn, yang di dampingi oleh 2 (dua) orang Anggota MH, Imanuel MP. Siratit, SH dan Debora Manulang, SH.

 

Sovia terbukti ikut serta dalam penggelembungan suara milik Doni Rinaldi sebanyak 130 (seratus tiga puluh) suara. Hal ini terungkap setelah adanya laporan dari salah satu Caleg yang merasa adanya perbedaan perolehan suara.

 

Para terdakwa pun diberi uang senilai Rp29juta, serta di iming-imingi Rp5 juta setiap bulannya, jika terdakwa Doni sudah resmi dilantik menjadi Anggota Legislatif di Kab. Inhu.

 

Setelah pembacaan putusan, Kuasa Hukum Sovia, Dodi Fernando, SH, MH, mengatakan fikir-fikir dulu pada Ketua MH. 2 terdakwa lainnya Randa dan Masnur divonis 2 bulan penjara dengan denda 8 juta rupiah, subsider 1 bulan. (Red)

No Responses

Leave a Reply