KODIM 1608/BIMA MEMEDIASI PERTIKAIAN ANTAR WARGA

Bima, bidik86.com

 

Pasca terjadinya perselisihan dan pertikaian antara kelompok warga Ds. Tolotangga, Kodim 1608/Bima, turut memediasi perdamaian kedua warga Desa tersebut.

 

Hal tersebut disampaikan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1608/Bima, Letnan Kolonel (Letkol) Inf, Bambang Kurnia Eka Putra, kepada pekerja media di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (30/06/19).

 

Diungkapkan Dandim, kegiatan mediasi kedua Desa dihadiri  pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kepala Desa (Kades) Tolotangga, Syarifurrahman, ST, Kades Parado Wane, A. Malik, S.tp, Perwakilan PT. Koin Nesia, perwakilan 30 (tiga puluh) masyarakat Ds. Tolotangga, dan 40 (empat puluh) masyarakat Ds. Parado Wane.

 

Dikatakan Dandim, pasca perselisihan kedua warga Desa tersebut, tampak segala cara dilakukan Aparat, baik Pemerintah Daerah (Pemda), Kodim 1608/Bima, Kepolisian Resort (Polres) Bima, serta segenap tokoh masyarakat guna mengupayakan mediasi yang dapat memberi solusi terbaik bagi kedua kelompok warga dari kedua Desa.

 

“Pada hari Jum’at (28/06/19), sekitar pukul 15.00 WITA, di Aula  Dalmas Polres Bima, telah berlangsung kegiatan mediasi untuk mencari solusi dan mendamaikan kedua Desa yang bertikai,“ ujar Dandim.

 

“Peristiwa yang tidak seharusnya terjadi diantara kolompok warga kedua Desa yang bertikai, selain bertetangga diantara kelompok masyarakat boleh dikatakan bukan orang lain tapi bagian dari kerabat handai taulan yang justru harus saling menghormati, menghargai antar satu sama lainnya,” imbuhnya.

 

Selain itu Dandim juga menyampaikan sejalan dengan yang disampaikan Kepala Polisi Resort (Kapolres) Bima, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bagus, S. Wibowo, SIK, yang lebih dulu memberikan sambutan agar semua komponen masyarakat dari kedua Desa untuk menyelesaikan masalah dan hindari isu serta provokasi yang tidak bertanggung jawab sehingga terjadi perpecahan.

 

“Pertikaian yang lalu kita anggap selesai dan tidak ada lagi permusuhan diantara warga, hutan tersebut dilestarikan kembali (reboisasi), dan  jangan main hakim sendiri, bila ada masalah, laporkan kepada kami,” pungkas Dandim. (Red)

No Responses

Leave a Reply