KPU SALAH INPUT? MANTAN KETUA MK: “KEKISRUHAN YANG TERJADI DISEBABKAN SIKAP KPU…”

Bandung, bidik86.com

 

Kesalahan entri data di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali terjadi, kali ini lebih parah dari sebelumnya.

 

Berdasarkan pengamatan awak media, pada laman Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, kpu.go.id, Senin (22/04/19) terdapat kesalahan input data di TPS 18 Malakasari, Kecamatan Baleendah, Bandung, Jawa Barat (Jabar).

 

Di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 18, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 204 (dua ratus empat) orang. Namun yang menggunakan hak pilihnya hanya 186 (seratus delapan puluh enam) orang. Suara sah 183 (seratus delapan puluh tiga) dan tidak sah 3 (tiga) suara.

 

Berdasarkan hasil scan C-1, pasangan Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 53 (lima puluh tiga) suara, sedangkan pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi memperoleh 130 (seratus tiga puluh) suara.

 

Namun Petugas entri menambah suara Jokowi–Ma’ruf ditambah 500 (lima ratus) suara menjadi 553 (lima ratus lima puluh tiga). Sedangkan suara Prabowo – Sandi dikurangi 100 (seratus) suara menjadi 30 (tiga puluh).

 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, telah menyoroti kinerja KPU yang terkesan kurang profesional sehingga salah entri data di Situng KPU.

 

Melalui akun Twitter miliknya, @mohmahfudmd, menyatakan bahwa kekisruhan yang terjadi saat ini disebabkan sikap KPU yang kurang antisipatif, khususnya dalam penanganan informasi teknologi dalam penghitungan suara.

 

“Masak salah input data sampai di 9 (sembilan) daerah? Masak dalam 3 hari baru terinput 5 persen? Penghitung swasta/perseorangan saja sudah lebih di atas 50 persen,” tegas Mahfud, Minggu (20/04/19).

 

Menurutnya, keadaan ini menimbulkan berbagai spekulasi negatif dan semakin memperpanas suasana. Ada pihak yang kemudian curiga, KPU disusupi orang Informasi dan Teknologi (IT) yang tidak netral.

 

“KPU harus memastikan bahwa awak IT-nya benar-benar profesional dan netral. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan civil society harus diberi akses yang luas untuk langsung mengawasi,” tandas Mahfud.

 

Sebelumnya, KPU mengakui terjadi kesalahan input data di website KPU. Kesalahan itu terjadi akibat adanya kelalaian Petugas entri, bukan karena website KPU dihack.

 

“Saya apresiasi laporan masyarakat, tapi jangan diviralkan seakan-akan dibuat meme ini sistematis curang, tidak ada itu,” ujar Komisioner KPU, Ilham Saputra, di Gedung KPU, Jumat (19/04/19).

 

Berikut ini daftar kesalahan entri data KPU yang sudah dikoreksi setelah viral di media sosial (medsos):

 

1. TPS 3, Desa Gonjak, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

2. TPS 17, Kelurahan Jempong Baru, Kec. Sekarbela, Kota Mataram, Provinsi NTB.

 

3. TPS 39, Kel. Cipete, Kec. Curug, Kota Serang, Banten.

 

4. TPS 15, Ds. Cibadak, Kec. Cibadak, Sukabumi, Jabar.

 

5. TPS 93, Bidara Cina, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

 

6. TPS 10, Kel. Laksamana, Dumai, Provinsi Riau.

 

7. TPS 25, Kel. Banjarnegoro, Kec. Mertoyudan, Kab. Magelang, Jawa Tengah (Jateng).

 

8. TPS 7, Kel. Rojoimo, Kec. Wonosobo, Jateng.

 

9. TPS 6, Kel. Lesane, Kota Masohi, Kab. Maluku Tengah. (Red)

No Responses

Leave a Reply