LIMBAH BENDUNG BARUGBUG TUAI AKSI PROTES ‘WARGA BERSATU MENOLAK LIMBAH BENDUNG BARUGBUG’

Karawang, bidik86.com

 

Air bersih merupakan sesuatu yang sangat vital dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Apabila sesuatu yang vital tersebut tidak bisa digunakan akibat salah satu faktor, bisa dipastikan akan mengakibatkan kerugian yang dirasakan oleh banyak aspek.

 

Air Bendung Barugbug yang letaknya berada di Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, merupakan sarana air bersih yang banyak digunakan baik masyarakat sekitar maupun Petani pada khususnya, terkait mayoritas aktifitas di wilayah tersebut pada umumnya.

 

Sayangnya, saat ini dan bahkan sudah belasan tahun yang silam, dilema limbah yang kerap terjadi di Bendung tersebut tidak pernah rampung bahkan pihak-pihak terkait terkesan tak mau ambil sikap tegas tangani masalah tersebut.

Salah seorang pemerhati lingkungan, Otto Sundawan, saat dikonfirmasi dilokasi aksi protes tersebut mengatakan, jika dirinya merasa iba dengan adanya limbah yang kerap menggenangi Bendung Barugbug tersebut, bahkan dirinya merasa heran saat pihak-pihak berkompeten seolah-olah hanya berpangku tangan, terlebih Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Karawang.

 

“Kami tentu saja merasa terganggu dengan terkontaminasinya Bendung Barugbug tersebut, apalagi warga sekitar yang betul-betul memanfa’atkan akses air Bendung untuk kebutuhan sehari-hari, belum lagi para Petani yang harus dengan berat hati mengairi sawah-sawah mereka dengan air limbah tersebut. Yang menjadi ganjalan, kemana pihak-pihak utama yang seharusnya menangani masalah ini? DLHK Karawang, kenapa Bendung yang berwarna hitam dengan bau yang menyengat sudah belasan tahun tidak ada kejelasan?” ujar Otto dengan logat Sundanya yang kental.

Lain hal dengan seorang tokoh pemuda, Deni Pranata, dalam aksi protes tersebut mengatakan, bahwa aksi protes ini ditujukan sebagai ungkapan dari warga Barugbug dan sekitarnya atas lambatnya kinerja dari petugas Satuan Petugas (Satgas) Citarum Harum.

 

“Kami atas nama pemuda dan warga masyarakat Barugbug, berkeinginan agar baik Pemerintah Pusat maupun Daerah, bersikap tegas menangani masalah limbah Bendung Barugbug. Bagaimana tindakan daripada Satgas Citarum Harum? Apakah kami tidak dianggap manusia, sehingga dibiarkan menggunakan air limbah dan dibiarkan menghirup udara yang menyengat?” papar Deni. (Red)

No Responses

Leave a Reply