MERASA TERTIPU DIDUGA KOPERASI SILUMAN, WARGA BLANAKAN MINTA AGAR UANG MEREKA SEGARA DIKEMBALIKAN

Subang, bidik86.com

 

Warga Dusun Karangmulya dan Dsn. Mekarsari, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar), merasa ditipu oleh orang yang mengaku akan meminjamkan uang dari Koperasi Jawara. Pasalnya, sejak bulan Januari lalu, ribuan warga mengeluarkan uang yang nilainya diatas Rp200 ribu (dua ratus ribu rupiah) sebagai syarat keanggotaan Koperasi.

 

“Tanggal 4 Mei lalu, kami dapat aduan dari warga yang merasa dibohongi oleh Koperasi Jawara,” kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kompak, Subang Sunarto Amrullah, Rabu (08/05/19).

 

Ia menuturkan, mereka datang ke Sekretariat Kompak Subang, yang beralamat di Blanakan, dengan menceritakan kronologis dugaan penipuan tersebut.

 

Bermula pada bulan Desember 2018, di datangi  Darsa alias Wa Blengep dan Salim alias Iklim. Mereka menawarkan pinjaman uang sebesar Rp5000.000-, (lima juta rupiah) per orang dari Koperasi Jawara.

 

“Syarat untuk mendapatkan pinjaman tersebut masyarakat atau Nasabah diharuskan mengeluarkan uang tunai sebesar Rp200.000-, per orang, dengan rincian simpanan wajib Rp100.000-, (seratus ribu rupiah) dan untuk simpanan pokok Rp100.000-,,” jelasnya.

 

Di Kec. Blanakan, masyarakat yang mendaftar sebagai Nasabah sebanyak 1.300 (seribu tiga ratus) orang. Blengep dan Iklim menjanjikan kepada masyarakat/Nasabah bahwa pinjaman akan cair pada bulan Februari, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan.

 

“Kami (Kompak) diminta untuk menelusuri dan menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.

 

Ato, sapaan akrab Sunarto Amrullah, langsung mengintruksikan Anggota Kompak untuk mencari tahu kebedaraan Kantor Koperasi Jawara, yang katanya ada di Cilameri sampai ke Pagaden. Tapi Anggota tidak menemukan Kantor Koperasi Jawara tersebut.

 

“Akhirnya kami mengundang saudara Darsa alias Blengep dan saudara Salim alias Iklim ke Sek. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Kompak Subang, pada 07 Mei 2019. Disitu mereka berdua memberikan penjelasan dan membenarkan adanya pengambilan uang dari warga sebagai syarat untuk meminjam uang dari Koperasi Jawara,” jelasnya.

 

Lebih lanjut dia menjelaskan, tapi Blengep dan Iklim mengaku tidak memakan uang tersebut, melainkan memberikan uang tersebut kepada Wakil Udin dan Yanto, yang merupakan warga Ds. Muara, Kec. Blanakan.

 

“Mereka (Udin dan Yanto) orang kepercayaan Koperasi Jawara, yang meminta Blengep dan Salim untuk mencari Nasabah,”  imbuhnya lagi.

 

Atas hal itu, tambah Ato, masyarakat yang merasa tertipu meminta tanggung jawab pada Blengep dan Iklim agar uang yang dikeluarkan bisa segera dikembalikan. Atau kalau pun peminjaman benar adanya, maka minta untuk segera dicairkan.

 

“Kalau tuntutannya tidak dilakukan, masyarakat meminta didampingi Kompak, untuk melaporkan ke Kepolisian supaya diproses hukum,” pungkasnya. (Cuing)

No Responses

Leave a Reply