PELAKU DUA KALI PENCOBLOSAN PADA PEMILU 2019 AKHIRNYA DIVONIS

Siak, bidik86.com

 

2 (dua) orang warga Kampung Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, divonis penjara 10 (sepuluh) hari, oleh Pengadilan Negeri (PN) Siak, Selasa (28/05/19).

 

2 (Dua) orang warga dengan inisial RR dan LN adalah warga Kelurahan Kandis, Kec. Kandis, yang telah melakukan 2 kali pencoblosan di 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda.

 

Mereka mendapatkan formulir C6 pada TPS 10 dan TPS 12, di Kel. Kandis, sebelum tanggal 17 April 2019 silam.

 

Permasalahan ini diketahui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kab. Siak, setelah mendapatkan informasi dari salah seorang warga yang melaporkan masalah tersebut kepada pengawas TPS.

 

Sekitar Pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) tanggal 17 April lalu, Kedua tersangka melakukan pencoblosan surat suara pada TPS 12 dan kemudian pada pukul 10.00 WIB, mereka mencoblos di TPS 10 dengan nama yang berbeda dengan membawa formulir C6.

 

Kasus ini berawal dari informasi masyarakat, Ahmad Dardiri, SE, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu, Kab. Siak, yang melakukan penelusuran dengan mengundang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serta Pengawas TPS di dua TPS tersebut, untuk mendapatkan keterangan serta bukti-bukti akurat.

 

Senin 22 April 2019, Bawaslu Kab. Siak, meregister kasus tersebut menjadi temuan. Pada hari yang sama, Bawaslu Kab. Siak, bersama Kepolisian dan Kejaksaan, Kab. Siak, yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu), melakukan Pembahasan SG1.

 

Berdasarkan hasil SG1, Sentra Gakumdu menyatakan perlu melakukan klarifikasi kepada warga yang melapor, Ketua dan Anggota KPPS, serta Pengawas TPS dari TPS 10 dan TPS 12.

 

Bawaslu Siak, didampingi oleh 3 (tiga) orang Penyidik dari Sentra Gakkumdu, meminta keterangan kepada 2 tersangka RR dan LN pada SG2 tanggal 27 April 2019.

 

Hasil dari SG2 tersebut, Bawaslu Kab. Siak, bersama Sentra Gakkumdu melakukan pembahasan untuk menentukan kelanjutan permasalahan tersebut.

 

Sekitar tanggal 09 Mei 2019, masalah tersebut dilimpahkan kepihak Kepolisian Resort (Polres) Dayun Siak, dengan menyerahkan bukti-bukti yang telah terkumpul.

 

11 (sebelas) hari pasca pelimpahan berkas, tepatnya tanggal 20 Mei 2019, Penyidik melimpahkan perkara ke pihak Kejaksaan Siak, untuk melakukan P21 dan menyerahkan ke pihak Pengadilan pada tanggal 24 Mei 2019, untuk dilakukan persidangan di Pengadilan.

 

Sekitar pukul 11.00 WIB, bertempat di PN Siak, Komplek Perkantoran Tanjung Agung, Siak, Sri Indrapura, sidang putusan diselenggarakan.

 

Rozza El Afrina, SH, Kn, MH, selaku Ketua Majelis sidang putusan bersama 2 Anggota Majelis lainnya, Risca Fajarwaty, SH, MH, dan Hj. Yuanita Tarid, SH, MH, memvonis 2 tersangka dengan hukuman pidana penjara 10 hari, denda 1 juta rupiah, dengan subsider 3 hari kurungan.

 

Berdasarkan pasal 516 Undang-undang (UU) no. 7 tahun 2017, yang berbunyi “Setiap orang yang dengan sengaja pada waktu pemungutan suara memberikan suara lebih dari satu kali di satu TPS/TPSLN atau lebih, akan di pidana penjara paling lama 18 bulan dan denda paling banyak Rp18.000.000-.,” tutur Dardiri, Kordiv Penindakkan Pelanggaran, Bawaslu Kab. Siak.

 

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, mengapresiasi putusan Majelis yang menurutnya sudah berlaku adil.

 

“Saya mengapresiasi putusan Majelis persidangan yang telah memberikan vonis adil dan bijaksana dalam perkara ini,” ujar Rusidi singkat. (Red)

No Responses

Leave a Reply