PELAKU PENCOBLOSAN PULUHAN SURAT SUARA MENGHILANG SAAT DIPANGGIL SIDANG

Bangkinang, bidik86.com

 

Majelis Hakim (MH) Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang, jatuhkan vonis pidana penjara 4 (empat) bulan dan denda Rp10 juta (sepuluh juta rupiah), subsider 1 (satu) bulan kurungan kepada Magribi, terdakwa kasus pencoblosan 20 (dua puluh) surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden untuk Pasangan Calon (Paslon) 02, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 004, Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar.

 

Putusan ini dibacakan Ketua MH, Meni Warlia, SH, MH, dengan didampingi Anggota Majelis, Nurafriani Putri, SH, MH dan Ira Rosalin, SH, MH, pada Selasa (28/05/19) malam, pukul 19.15 Waktu Indonesia Barat (WIB) di ruang Cakra, PN Bangkinang. Sidang putusan tersebut tanpa dihadiri oleh terdakwa Magribi bin Ahmad, yang menghilang saat dipanggil sidang.

 

Kasus ini juga menyeret salah seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 004, Nurkholis. Selang beberapa saat setelah pembacaan vonis untuk Magribi, MH yang sama, juga memvonis Nurkholis, dengan pidana penjara 2 (dua) bulan dan pidana denda Rp10 juta, subsider 1 bulan kurungan, dengan barang bukti (bb) dan biaya perkara, comform.

 

Sama dengan Magribi, sidang putusan juga tanpa dihadiri oleh terdakwa, Nurkholis bin Muhammad Nasir.

 

Sebelumnya, pada sidang tuntutan perkara tindak pidana Pemilu, Nomor 250/Pid.Sus/2019/PN Bkn, atas nama Magribi bin Ahmad, Selasa (28/05/19), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedi Iwan Budiono,SH, yang diwakili Eka, dengan tuntutan menyatakan terdakwa Magribi bin Ahmad, bersalah melakukan tindak pidana Pemilu sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam dakwaan pasal 516 UU no. 07 tahun 2017 tentang Pemilu, menjatuhkan pidana secara in absentia terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 6 bulan dan pidana denda sebesar Rp10 juta, subsider 2 bulan kurangan dengan perintah terdakwa ditahan, menyatakan bb dikembalikan kepada yang berhak melalui saksi Hermansyah, S.Ag, menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp5 ribu (lima ribu rupiah).

 

Sementara, pada sidang tuntutan perkara tindak pidana Pemilu, no. 251/Pid.Sus/2019/PN Bkn, untuk Nurkholis bin Muhammad Nasir, Selasa (28/05/19) JPU, Dedi Iwan Budiono, SH, yang diwakili Eka, dengan tuntutan menyatakan terdakwa Nurkholis bin Muhammad Nasir, bersalah melakukan tindak pidana Pemilu sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam dakwaan pasal 516 UU no. 07 tahun 2017 Jo pasal 56 ke-2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemilu, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 3 (tiga) bulan dan pidana denda sebesar Rp10 juta, subsider 2 bulan kurangan dengan perintah terdakwa ditahan, menyatakan bb dipergunakan dalam perkara lain atas nama terdakwa Magribi bin Ahmad, menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp5 ribu.

 

Kasus ini terungkap saat hari H, pencoblosan 17 Mei 2019 lalu. 

Temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kab. Kampar, dengan no. registrasi: 003/TM/PP/Kab. Kampar/04.06/IV/2019 tertanggal 17 April 2019 tentang memberikan suaranya lebih dari satu kali pada satu TPS atau lebih, di TPS 004, Ds. Sipungguk, Kec. Salo, Kab. Kampar, sebagaimana terdapat dalam pasal 516 UU no. 7 tahun 2017 tentang Pemilu dengan penemu Hermansyah, yang merupakan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kec. Salo dan pelaku Magribi.

 

Ketua Bawaslu Kampar, Syawir Abdullah menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi di TPS, kejadian kecurangan yang termasuk dalam tindak pidana ini bermula dari pelaku menyerahkan formulir C6 kepada petugas KPPS setempat.

 

Saat hendak meminta surat suara, petugas KPPS membiarkan pelaku dan menyuruhnya mengambil surat suara sendiri di tumpukan surat suara.

 

Tak disangka, pelaku langsung mengambil 20 lembar surat suara Pemilihan Presiden (Pilpres) dari tumpukan dan langsung masuk ke bilik pencoblosan.

 

Usai mencoblos, pelaku menuju ke kotak suara untuk memasukkan. Naas bagi pelaku, pengawas di TPS melihat gerak gerik pelaku dan melihat surat suara ditangan pelaku banyak sekali. Dari situlah pelaku ketahuan mencoblos 20 surat suara. (Red)

No Responses

Leave a Reply