SEBARKAN FAHAM RADIKALISME, GURU AKAN DI STAFKAN

Konawe, bidik86.com

 

Guru yang sengaja menyebarkan faham radikalisme ke Siswa didiknya sebaiknya tidak diizinkan lagi mengajar, tapi di “parkir” sebagai Staf.

 

“Langkah dilakukan untuk menjaga dan mencegah berkembangnya faham radikalisme dikalangan Pelajar dan Siswa,” usul Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pemberdayaan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Dr. Hj. Andi Intan Dulung, M.Hi, saat berbicara dihadapan peserta workshop Integrasi Nilai-nilai Agama dan budaya di Sekolah, dalam menimbulkan harmoni kehidupan di salahsatu Hotel di Kabupaten Konawe, Kamis (11/04/19).

 

Usulan Andi ini menjawab keluhan sejumlah peserta workshop di Konawe yang resah dengan adanya himbauan Oknum Guru tertentu, agar Siswa tidak perlu lagi mengikuti apel bendera serta kegiatan Sekolah lainnya yang dinilai tidak sesuai dengan faham dianutnya.

 

Pasca di “Stafkan” kata Andi Intan, semua Guru yang sudah terindikasi dan terpapar faham radikalisme, dibina dan diberikan pemahaman mendalam, khususnya menyangkut nilai-nilai kebangsaan.

 

Menurutnya, 4 (empat) ciri faham radikalisme dapat dideteksi dari seseorang yang diduga terpapar faham radikalisme, yakni ingin mendirikan Negara khusus, mengumbar kebencian, mengkafir-kafirkan orang serta anti terhadap Dasar Negara Pancasila.

 

Workshop Integrasi Nilai-nilai Agama dan budaya yang diselenggarakan BNPT diikuti seratusan Guru Agama Islam se-Kab. Konawe dan Kota Kendari, menghadirkan pembicara lokal dan nasional. (Red)

No Responses

Leave a Reply