SEKELOMPOK PEMUDA DAN MAHASISWA KUMPULKAN TANDA TANGAN DESAK GUBERNUR COPOT SEKDA DKI JAKARTA

Jakarta, bidik86.com

 

Polemik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta berujung panjang, pasalnya, Minggu, 14 Juli 2019, sekelompok Pemuda dan Mahasiswa mengumpulkan tanda tangan di Car Free Day (CFD), bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

 

Fikrie Firdauzi, selaku Ketua wilayah Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (Perisai) DKI Jakarta, merasa geram atas tingkah laku Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta, yang melakukan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN).

 

“Kami tidak akan berhenti sampai Gubernur DKI Jakarta mencopot Sekda DKI Jakarta, bapak Saefullah, Senin besok, kami akan demo Balai Kota dan serahkan tanda tangan petisi pencopotan Sekda DKI Jakarta,”:ujar Fikri, di bundaran HI.

 

Salah seorang masyarakat DKI Jakarta yang ikut menandatangani petisi pencopotan Saefullah, Bintang Wahyu Saputra menuturkan, sangat setuju dengan apa yang digaungkan oleh penyelenggara petisi di bundaran HI.

 

“Aye anak Betawi dari Matraman luar Jakarta pusat, merasa malu dengan ape yang dilakukan oleh bang Saefullah. Jika benar seperti yang diisukan, ane minta Abang mundur dah, jangan buat malu Betawi,” tegas Bintang.

 

Bintang yang juga Ketua relawan pemuda Agus Sylvi, pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 lalu, menyarankan Anis Baswedan, untuk segera melakukan pergantian Sekda demi pembangunan Jakarta yang lebih baik.

 

“Ya jujur aje dah, ane merasa harus ikut dalam mengawasi jalannya Pemerintahan Daerah (Pemda) di bawah Pimpinan bang Anis, karena sewaktu Pilgub putaran pertama selesai, ane dan kawan-kawan memberikan dukungan dan pilihan untuk bang Anis. Jadi, kami minta bang Anis harus mendengarkan suara warga Jakarta,” tambah Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar-Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB-SEMMI) ini.

 

Sementara itu, salah seorang anak rantau di kota Jakarta, Dede mengatakan, polemik Pemilihan Kepala Dinas (Pilkadis) yang tidak sesuai dengan hasil seleksi, menjadi preseden buruk bagi birokrasi di daerah.

 

“Jangan sampai apa yang dilakukan oleh Sekda DKI menimbulkan efek domino untuk daerah. Padahal, sebagai DKI, sudah seharusnya Jakarta memberikan contoh yang baik terhadap daerah lain,” tutup Dede yang berasal dari Sumatera Barat ini. (Red)

No Responses

Leave a Reply