SOHN FOUNDATION LAKUKAN SURVEY PEMILU DI INDONESIA

Jakarta, bidik86.com

 

Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden Republik Indonesia (RI) sudah terlaksana dengan baik di 17 April 2019, meskipun ada yang tidak puas atau berpendapat Pemilu penuh kecurangan, boleh saja dan kita serahkan kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Tetapi saya menyanjung tinggi kepada Aparat keamanan dari Tentara Nasiobal Indonesia (TNI) serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang membuat Pemilu kemarin berjalan lancar.

 

Bulan Januari 2019 saya dikabari oleh sahabat karib seorang wanita Akademisi Warga Negara Denmark yaitu Gillana Paulsen. Dia adalah Pimpinan sebuah Lembaga Survey Pemilu dan statistic di kota Esbjerg Denmark.

 

Gillana datang pada 12 April 2019 ke Indonesia untuk mengadakan survey sekaligus memantau kegiatan Pemilu di Indonesia dengan membawa nama Yayasan Swadaya Masyarakat yang berpusat di Esbjerg Denmark yaitu SOHN Foundation.

 

Lembaga ini khusus membuat survey hitungan cepat melalui basis suara yang akurat. SOHN Foundation pengalaman bekerja di Pemilu Zimbabwe, India, Kenya, Malaysia dan Afrika Selatan, dengan hasil yang baik serta terpercaya.

 

Membawa personil 26 (dua puluh enam) orang dari berbagai Negara ditambah 2600 (dua ribu enam ratus) Akademisi asli Indonesia dari berbagai daerah, SOHN Foundation sudah bersiap diseluruh Indonesia sejak 15 April 2019. Akademisi Indonesia dalam arti Mahasiswa dari berbagai daerah yang juga sebagian besar memilih Golongan Putih (Golput) karena tidak ada satu pun Pasang Calon (Paslon) Presiden yang menurut mereka cocok untuk memimpin Negara Indonesia.

 

“Kami ke Indonesia untuk mengadakan pengamatan dan mendapat hasil Pemilu Presiden melalui pencatatan suara sah per distrik (Kecamatan maksudnya),“ kata Gillana Paulsen sesaat lalu‎.

 

Melalui metode pencatatan bertingkat sampai Kecamatan dengan hanya surat C1 yang dihitung dan disebar seluruh Provinsi, terutama Provinsi padat penduduk seperti Jawa Timur (Jatin), Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar). Akademisi yang disebar jumlahnya proporsional sesuai persebaran penduduk.

 

“Dana ini kami peroleh dari swadaya masyarakat Uni Eropa yang ingin membantu untuk melihat demokrasi di Negara Asia yang berkembang dan kami datang dengan “Silent Operation” untuk menjaga netralitas serta tidak mengenal siapapun di Indonesia kecuali Staff Kedutaan dan penulis,“ lanjut Gillana.

 

18 April 2019, jam 16.10 kabar datang dari Gillian Paulsen tentang hasil Pemilu dari semua Provinsi dan diyakinkan bahwa sudah mewakili 7200 (tujuh ribu dua ratus) Kecamatan seluruh Indonesia.

 

“Berdasarkan hasil C1 Formulir yang sudah di validasi oleh Akademisi lapangan SOHN Foundation, hasil dari Pemilu Presiden adalah:

 

-Joko Widodo dan Ma’ruf Amin: 42.3% suara

 

-Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno: 58.5%

 

Data tersebut didapat dari 2600 Akademisi yang sedang belajar atau mendalami ilmu statistic, matematika, fisika, sosial, teologi dan ekonomi, yang disebar di seluruh Indonesia dengan tingkat akurasi 99%.

 

“Kami sekali lagi tidak kenal dengan semua Partai pendukung dan Calon Presiden (Capres) serta teamnya, kami hanya ingin melihat Indonesia menyelenggarakan Pemilu dengan kepentingan mempertajam keilmuan kami sebagai Lembaga Survey dan statistic, karena tantangan sangat besar di Indonesia yang menyelenggarakan Pemilu hanya dalam 1 (satu) hari,“ kata Gillana Paulsen.

 

Sebagai info, SOHN Foundation selama di Indonesia mengambil Markas disekitar Jalan Kemang Dalam, Jakarta Selatan (Jaksel) dan izin kunjungan sosial.

 

Saya Gregorius Natal Soedibjo, lulusan matematika dan sains di St. Petersburg Polytechnic University, Rusia dan bersahabat baik saat belajar di Rusia dengan Gillana Paulsen pemimpin SOHN Foundation. Tulisan ini saya buat untuk mempertajam ilmu teman- teman dari SOHN Foundation serta 2600 Akademisi berbagai daerah Indonesia. ‎(Red)

No Responses

Leave a Reply