TERBUKTI GELEMBUNGKAN SUARA, SEORANG CALEG DPRD INHU DIVONIS PENJARA

Inhu, bidik86.com

 

Niat duduk di Kantor DPRD pupus sudah, setelah seorang Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Doni Rinaldi, divonis Majelis Hakim (MH) yang di Ketuai oleh Darma Indo Damanik, SH, M.Kn, penjara 2 (dua) bulan dan denda Rp8 juta, subsider 1 (satu) bulan, Selasa (02/07/19).

 

Kasus ini terungkap berawal dari laporan salah satu Caleg yang melihat adanya perbedaan antara Formulir C1 dengan Berita Acara Hasil Rekapitulasi Suara tingkat Kecamatan, dalam bentuk Form DAA1, di beberapa Tempat Pemilihan Suara (TPS) di 13 (tiga belas) Desa/Kelurahan se-Kecamatan Rengat, Kab. Inhu.

 

Awalnya, Palapor hanya melaporkan 2 orang Penyelenggara saja, yaitu Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rengat, Randa Ronaldo, dan Anggotanya, Muhammad Ridwan. Namun berdasarkan hasil pengembangan oleh tim verifikasi dari Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kab. Inhu, di dapatkan 2 terduga lainnya yaitu Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kec. Rengat, atas nama Masnur, dan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kab. Inhu, Sovia Warman.

 

Berdasarkan hasil Rapat Pleno Sentra Gakkumdu dengan nomor register laporan: 07/LP/PL/Kab/04.05 IV201929/04/2019 tanggal 29 April 2019, meneruskan permasalahan ini kepada Kepolisian dan Kejaksaan, dengan no. reg. Kepolisian: LP/63/V/2019/RES, tanggal 18 Mei 2019.

 

Doni, secara sadar dan sengaja meminta kepada ketua PPK Rengat untuk menaikkan atau menambah perolehan suara miliknya karena kalah dengan Caleg lainnya. Doni memberikan uang senilai Rp29 juta (dua puluh sembilan juta rupiah) kepada PPK dan orang-orang yang membantu untuk menambahkan perolehan suara miliknya.

 

Tidak hanya itu, Doni menjanjikan kepada PPK, Panwaslu Kec. Rengat, dan Komisioner Bawaslu Kab. Inhu, dengan iming-iming Rp5 juta (lima juta rupiah) per bulan, apabila Doni sudah dilantik menjadi DPRD Kab. Inhu.

 

5 terdakwa terbukti telah melanggar Pasal 532 jo 551 Undang-Undang (UU) no. 7 tahun 2017 tentang Pemilu, karena telah melakukan penggelembungan suara milik salah satu peserta Pemilu, termasuk Caleg pada Pemilu tahun 2019. Sidang pembacaan putusan Doni, dibacakan oleh Ketua Majelis di salah satu ruang sidang milik Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Rengat, di Jl. Lintas Timur, Pematang Rebah, Kab. Inhu. kelima orang terdakwa ini, divonis Majelis dengan masing-masing hukuman 2 dan 4 bulan penjara, dengan denda Rp8 juta (delapan juta rupiah) subsider 1 bulan. (Red)

No Responses

Leave a Reply