TERINDIKASI ADANYA MARK UP ANGGARAN TENDA PRAMUKA, PIHAK TERKAIT JANGAN TUTUP MATA

Kotamobagu, bidik86.com

 

Dunia Pendidikan selalu bergandengan dengan Praja Muda Karana (Pramuka), dimana pembentukan mental dan karakter anak agar bisa berdiri tegas dan mandiri setelah mendapat binaan para Pembina Pramuka.

 

Kegiatan Pramuka yang sering mengadakan perkemahan di tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan ke tingkat Nasional, untuk itu pihak Sekolah berlomba-lomba menyiapkan segala bentuk perlengkapan, salah satunya adalah Tenda Pramuka.

 

Berdasarkan informasi yang berhasil diserap awak media, bahwa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Gogagoman, Kepala Sekolah (Kepsek) diduga melakukan mark up pembelian Tenda Pramuka, tahun anggaran 2017/2018. Dimana pihak Sekolah SDN 1 Gogagoman, membeli Tenda Pramuka 3 (tiga) unit, dengan harga per unit Rp2.500.000-, (dua juta lima ratus ribu rupiah), artinya kalau pengadaan 3 unit menjadi Rp7.500.000-, (tujuh juta lima ratus ribu rupiah). Sementara pengadaan tiga unit Tenda tersebut sudah masuk kategori pemborosan anggaran.

 

”Coba kita bayangkan bersama, 1 (satu) unit Tenda tersebut seharga per unit Rp600.000,- (enam ratus ribu rupiah) dan si penjual masukkan harga ke Sekolah Rp1.000.000-, (satu juta rupiah). Sementara Kepsek menarik dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp2.500.000 -, berarti disini Kepsek sudah me mark up dana BOS Rp1.500.000-, (satu juta lima ratus ribu rupiah) per unit, hingga mark up dana BOS untuk tiga unit Tenda Pramuka oleh pihak Sekolah menjadi Rp4.500.000-, (empat juta lima ratus ribu rupiah). Coba bayangkan, jika kedepan ada perkemahan dan ujung-ujungnya dibebankan lagi pada anak didik, dana perkemahan Pramuka dengan berbagai alasan. Kapan lagi dunia Pendidikan kita bisa bersih dari Oknum nakal (Koruptor). Untuk itu Pihak Dinas Pendidikan harus menindak tegas Kepsek nakal,” tutup nara sumber yang identitasnya tidak mau di publikasikan. (Red)

No Responses

Leave a Reply