JBMI GAGAS PONPES KHUSUS SAD, PPWI SANGAT MENDUKUNG, PERUM BULOG SIAP BANTU

Jakarta, bidik86.com

 

Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) menggagas pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) bagi Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi. Pesantren ini nantinya akan menjadi Pesantren pertama yang secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dan pemuda dari SAD. Gagasan pembangunan Pesantren SAD ini lahir setelah JBMI bersama sejumlah Lembaga yang tergabung dalam kelompok Al-Jassrah melakukan penelitian kurang lebih 2 (dua) bulan terhadap SAD di beberapa Kabupaten di Prov. Jambi. Selain JBMI, Lembaga lain yang tergabung dalam Al-Jassrah adalah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ahsanta, Badan Koordinasi (Badko) GMI Prov. Jambi, KMB, Kontra dan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Jambi.

 

Dikutip dari dokumen laporan penelitian yang telah disusun, pembangunan Pesantren Khusus SAD ini merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan anak-anak SAD agar siap menghadapi perkembangan zaman dan revolusi industri 4.0.

 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Al-Jassrah, saat ini masih banyak anak-anak muda dari SAD yang belum dapat menikmati pendidikan sebagaimana mestinya. Meski sejumlah program pemberdayaan sudah dilakukan oleh LSM/NGO, namun hasilnya belum maksimal.

 

“Dengan membangun Ponpes Terpadu Khusus SAD, maka anak-anak dan pemuda SAD akan di didik dengan ilmu keagamaan dan keterampilan khusus sehingga ketika mereka selesai pendidikan, dapat bekerja secara profesional di Perusahaan-perusahaan sekitar atau menciptakan usaha sendiri. Ponpes ini juga nanti dapat menjadi lokasi Melangun Destination yang menjadi salah satu budaya SAD,” demikian kutipan dari penelitian tersebut.

 

Menurut Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) JBMI, yang juga merupakan penasehat PPWI, H. Albiner Sitompul, saat ini sudah ada pihak yang bersedia mewakafkan lahan seluas 12 hektar untuk pembangunan Pesantren di Prov. Jambi. Seluas 3 hektar akan digunakan untuk bangunan Pesantren, sedangkan sisa lahan yang lain akan digunakan untuk mendukung praktek keterampilan para Santri.

 

Sejumlah pihak juga menyambut baik rencana pembangunan Pesantren ini. Salah satunya Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

 

“Perwakilan Perum Bulog sudah menyatakan kesediaannya untuk membantu pembangunan Pesantren dan mereka sudah melakukan survei ke lokasi lahan Pesantren,” ujar H. Albiner.

 

H. Albiner juga berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan restu pembangunan Pesantren ini.

 

“Kami berharap Bapak Presiden menyetujui pembangunan Pesantren pertama untuk SAD ini,” harap H. Albiner.

 

Sementara itu, di tempat terpisah Ketum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, menyatakan sangat mendukung rencana pendirian Ponpes bagi kelompok SAD. Menurutnya, SAD adalah salah satu elemen masyarakat yang ‘terlupakan’ oleh pembangunan bangsa selama ini. Kondisi mereka yang terisolasi dan termarginalkan selama ini membuat warga SAD tertinggal sangat jauh di belakang, dibandingkan dengan warga masyarakat lainnya di Jambi.

 

“PPWI mendukung gagasan Pak H. Albiner Sitompul mendirikan Lembaga pendidikan khusus berupa Ponpes Khusus bagi anak-anak SAD. Intervensi pendidikan secara khusus terhadap masyarakat terasing seperti SAD merupakan terobosan yang perlu segera dilakukan agar mereka tidak semakin terpuruk ditinggalkan zaman,” tegas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

 

Untuk itu, ia mendorong semua pihak dapat melibatkan diri berpartisipasi mewujudkan pendirian Ponpes Khusus dan bentuk Lembaga pendidikan khusus lainnya, baik bagi SAD maupun suku-suku terasing lainnya di Indonesia. (Red)

No Responses

Leave a Reply