LUAR BIASA…!!! KERAJINAN TANGAN BERBAHAN BAKU SAMPAH HASIL KARYA PARA LANSIA DIJUAL ONLINE

Jakarta, bidik86.com
 
Beberapa jenis hasil Karya kerajinan tangan para lanjut usia (lansia) binaan team Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, kini dipasarkan melalui online marketing. Hebatnya, bahan baku berbagai hasil kerajinan tangan tersebut berasal dari sampah. Program daur ulang sampah menjadi karya yang bermanfa’at, indah dan berkualitas, telah menjadikan team PKK Kel. Pisangan, mendapat penghargaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
 
Hal tersebut terungkap saat Ketua PKK, Hj. Yana Rosiana, memberikan sambutannya pada acara Community Action II: Pengelolaan Lingkungan dan Bank Sampah, yang dilaksanakan oleh Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (Kappija-21) bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), Rabu 20 Maret 2019. Acara yang digelar di ruang Aula Kantor Kel. Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel, Banten tersebut, dihadiri tidak kurang 40 (empat puluh) orang relawan sampah PKK Kel. Pisangan.
 
Dari pihak JICA, hadir Senior Representative JICA untuk Indonesia, Mr. Tatematsu Shingo bersama staf dan dari Kappija-21 terlihat hadir Presiden Kappija-21, Mulyono Lodji, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Wilson Lalengke dan beberapa staf sekretariat Kappija-21.
 
Dalam sambutan tertulisnya berbahasa Indonesia, Mr. Tatematsu menyampaikan pentingnya kerjasama antar warga masyarakat dalam mengelola setiap kegiatan, termasuk pengelolaan lingkungan dan persampahan.
 
“Dalam setiap kegiatan dan pekerjaan, kerjasama semua pihak sangat penting. Sekecil apapun sebuah program pembangunan, akan jauh lebih berhasil jika dikerjakan secara bersama, saling bersinergi antara satu pihak dengan yang lain,” ujar Tatematsu, dalam bahasa Indonesia yang mulai fasih.
 
Pejabat JICA yang baru menjabat sekitar 2 (dua) bulan di Indonesia itu juga menekankan, bahwa setiap kegiatan pembangunan dapat dimulai dari lingkup yang kecil-kecil saja dahulu.
 
“Program pengelolaan lingkungan dan sampah dapat dimulai dari hal-hal kecil saja dahulu, di lingkungan yang kecil juga tidak apa-apa. Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit,” imbuh pria Jepang mengutip pepatah yang populer di masyarakat Indonesia ini, yang disambut tepuk tangan para hadirin.
 
Usai rangkaian sambutan-sambutan, para peserta selanjutnya melakukan diskusi kelompok terkait tema pengelolaan sampah dan permasalahannya. Peserta dibagi dalam 4 (empat) kelompok, dengan sub Tema bahasan yang berbeda satu dengan lainnya. Setelah diskusi, masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan para peserta lainnya. Pola ini dipandang efektif sebagai wahana saling berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman diantara semua yang hadir di acara tersebut.
 
Yang cukup menarik adalah pada saat seorang ibu yang sudah cukup sepuh memperkenalkan hasil-hasil karya para lansia, seperti topi, tas, peralatan dapur, asesories dinding, bunga meja, bros baju dan lain-lain. Semua hasil karya mereka itu terbuat dari sampah rumah tangga, terutama plastik, kertas, besi dan karet.
 
“Beberapa produk hasil karya kami para lansia Kel. Pisangan ini sudah dijual secara online dan cukup banyak peminat yang membeli via online. Uangnya kami kumpul-kumpul untuk digunakan nanti saat acara ulang tahun (ultah) Paguyuban kami para lansia,” kata Ibu Lisa, mewakili para lansia sambil tersenyum senang. Luar biasa…!!!
 
Menjelang tengah hari, acara Community Action Kappija-21 yang diawali dengan penanaman pohon di halaman belakang Kantor Kel. Pisangan itu, diakhiri dengan foto bersama para peserta dengan Mr. Tatematsu Shingo dari JICA dan pengurus Kappija-21. (Red)

No Responses

Leave a Reply