PANGDAM III/SILIWANGI GELAR SILATURAHMI BERSAMA INSAN MEDIA DAN PEMERHATI LH BAHAS CITARUM HARUM

Bandung, bidik86.com

 

Panglima Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi, Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia (Mayjen TNI) Tri Soewandono, kumpulkan para insan media, penggiat dan pemerhati lingkungan Peduli Citarum di Ruang Siliwangi, Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III/Siliwangi, Jalan Aceh, No. 69, Kota Bandung, Kamis (04/07/19).

 

Kegiatan ini dalam rangka silaturahmi sekaligus menyamakan visi dan misi untuk penanganan Sungai Citarum yang terbungkus dalam program Citarum Harum, yang dihadiri oleh para insan media, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Lingkungan Hidup (LH) dan penggiat serta pemerhati lingkungan.

 

“Kita melaksanakan kegiatan ini bersama-sama, mempunyai satu misi untuk memajukan Jawa Barat. Jadi, kegiatan kemarin saya mengumpulkan semua Kyai-kyai di Tasikmalaya, tujuannya bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) sudah selesai, sekarang kita ajak masyarakat Jawa Barat ini untuk membangun daerahnya semua,“ kata Mayjen Tri Soewandono.

 

“Kenapa kemarin kita jarang berkumpul? Karena kita Militer Netral, jangankan kumpul-kumpul, untuk foto saja tidak berani karena begitu di foto kemudian di upload ke media sosial (medsos) bisa jadi masalah. Citarum ini kalau saya pelajari dari awal, berawal dari penggiat lingkungan, kenapa sungai ini kotor? Kemudian disusunlah suatu rencana dengan penta helix semua komponen masyarakat diikut sertakan untuk mendesain bagaimana Citarum ke depan,” imbuh Pangdam.

 

“Jadikanlah sungai ini beranda depan rumah kita, artinya ketika kita bangun tidur sungai terlihat bersih. Rumah-rumah yang kemarin kita bongkar dijadikan ruang hijau, dan saya mendapat laporan, setiap hari Sabtu dan Minggu digunakan oleh ibu-ibu untuk senam disitu, masyarakat aktif disitu dan ternyata sangat indah,” lanjutnya.

 

“Masalah yang hingga sekarang belum terselesaikan adalah sampah, saya selalu bilang  sama para Dansektor, bahwa ini memang dilema, satu sisi kalau sampah ini tidak dimasukkan kedalam incinerator tentu akan ngumpul, begitu dibakar pasti ada asap dan karbonnya, tetapi apa boleh buat, daripada sampah menumpuk. Apalagi sampah yang ada, mencapai 340 ribu ton perhari, masyarakat tidak punya pilihan dengan membuang sampah ke sungai, tapi sekarang sudah tidak lagi,“ terang Mayjen Tri.

 

“Untuk penanganan sampah, yang pertama kita merubah mindset masyarakat bahwa sungai itu adalah serambi depan rumah kita dan sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi orang banyak. Dan tidak mudah, maka kita libatkan para akademisi, para media untuk menyampaikan pesan sehingga masyarakat sadar tetapi juga tidak kalah pentingnya harus menyiapkan solusi tempat pembuangan sampah,“ pungkas Pangdam. (Red)

No Responses

Leave a Reply