PEDAGANG PASAR TERPADU GAYO LUES KELUHKAN LEMAHNYA MINAT DAYA BELI KONSUMEN

Gayo Lues, bidik86.com

 

Pasar terpadu terlihat sepi, minimnya minat daya beli masyarakat mungkin dikarenakan faktor lemahnya perekonomian saat ini, sehingga para pedang harus bersabar meskipun lambat perputaran barang yang telah tersedia seperti bahan pokok minyak goreng, bawang putih, bawang merah, dan lain-lainya.

 

Salah seorang pedagang kaki 5 (lima) yang menetap tinggal di pasar terpadu Buntul Tajuk, Desa Bustanussalam, pada Pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) engatakan jika selama bulan suci Ramadhan ini atau dengan tahun sebelumnya, peminat beli untuk belanja sangat drastis berkurang, bahkan hampir setiap hari sepi.

 

“Mungkin dikarenakan pedagang ikan, dan sayur-sayuran, berpindah tempat ke centong atas, masyarakat lebih dekat ke sana. Seharusnya mereka semua di pasar terpadu, karena ini merupakan tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda),” ungkapnya.

 

Para pedagang disebagian tempat banyak yang ingin mengeluhkan kepada Pemda, agar melalui instansi terkait, bisa menertibkan seluruh pedagang diseputaran Kota, dari mulai kebersihan hingga aktivitas kendaraan roda 2 (r2) maupun roda 4 (r4) agar bisa bergerak dengan lancar.

 

Berbagai kerca-kerci keluhan cerita pedagang ataupun  perputaran barang dinilai dari sisi perekonimian yang lambat, ini merupakan dilema yang terjadi ditengah masyarakat rapah-rapuh, di Negeri dengan julukan Negeri Seribu Bukit, Seribu Hafidzh, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. (Red)

No Responses

Leave a Reply